HAPPY BDAY MY BEST FRIEND



Happy Birtday sahabatku, sudah lama ya kita ga ketemu, terakhir kita saling sapa saat pelantikan wisuda oktober 2012 lalu, sudah hampir lebih dari 4 tahun ternyata kita tak bertemu, sudah lebih dari 3 tahun sepertinya kita sudah tidak saling memberi kabar saat kamu memutuskan untuk pergi ke surabaya. Yah ini semua terlepas dari status kita yang kini kita miliki tapi sejujurnya aku ga pernah bisa melupakan kamu, orang yang paling berjasa membantuku saat-saat aku kuliah dulu saat aku terjebak cinta yang mungkin hampu aku lewati kalau tidak ada kamu saat itu, mungkin kalau tidak ada kamu saat itu aku ga tau saat ini aku mungkin ga bisa seperti saat ini.

Owh ia aku belum cerita ke kamu, 10 bulan yang lalu Nando pergi menghadap Allah SWT info yang terakhir aku dengar karena tumor paru-paru, aku belum sempat melihat dia atau sekedar berbelasungkawa karena kebetulan saat itu aku sedang sibuk mempersiapkan pernikahanku yang tinggal menghitung hari. Aku ga bisa cerita banyak ke kamu karena aku juga ga tau pasti kronologis kejadiaanya, aku sudah coba berkali kali menghubungi kamu saat itu mencoba untuk memberitahu dan meminta maaf atas segala salah dia dan aku harap kamu bisa memaafkan kesalahan Alm atas perlakuan dia dulu ke kamu.

DK. Apa kabar kamu di Surabaya, apa kabar NN disana? Baik kah? Aku juga baik, Ak sekarang sudah menikah dengan ADN sekitar delapan bulan yang lalu kita memutuskan menikah dihari itu karena hanya ada satu hari libur di hari jumat tahun 2016 dan kamu pasti tau kan kalo aku memang menginginkan menikah di hari jumat dan di masjid. DK aku ingin kita kembali seperti dulu, saling sapa, aku rindu curhat dengan kamu, aku rindu kata-kata bijak kamu, aku juga rindu cara kamu memberikan solusi untuk masalahku.

Dimana kamu sahabatku

Entah kenapa malam ini mata engan terpejam. Tapi waktu sudah menunjukan pukul 0.09 ya sudah tengah malam tapi mata ini sulit terpejam tepat 2 hri setelah kamu, resmi meminta perkenalan dengan keluarga besarku. Entah aku harus sedih atau senang... senang rasa nya kamu yang menemani hidupku akan jadi seseorang yg halal bagiku tapi ak juga sedih karena kondisi yang bhagia ini di liputi perasaan sedih karena ayahku yang belum bisa kembali normal. Dan entah kenapa tiba tiba aku ingat dia, dia yg dlu hadir sebelum kamu yang selalu mengajariku arti kedewasaan. Dia yang kini sudah memiliki wanita yang halal untuknya, dia yg selalu mengajarkan ku untuk mandiri yang selalu menjadi pendengar dan jadi berani ketika ada yg coba menyakitiku.. tapi Allah punya takdir lain, itu yang selalu aku ingat. Aku tak pernah marah ketika aku tau dia tak mencintaiku aku juga tak marah ketika dia berbohong demi menemui seorang wanita. Ak memang kesal. Tapi bagiku.. kaulah kakakku... sahabat terbaikku...
Rasa nya baru kemarin ak mengenalmu. Tpi hari ini kita sudah tak saling kenal...